Ucapan Rocky Gerung "Kitab Suci adalah Fiksi" Jadi Kontroversi
![]() |
| Rocky Gerung di ILC. (Screenshoot Youtube) |
Dalam acara yang disiarkan langsung tvOne tersebut, Rocky menjadi pembicara terakhir sebagai respon atas pidato Prabowo Subianto beberapa waktu yang lalu yang memprediksi Indonesia bubar pada 2030 berdasarkan sumber dari novel fiksi. Menurut pria yang selama ini dikenal sering mengkritik Presiden Jokowi lewat media sosial, fiksi itu berbeda dengan fiktif.
Menurut Rocky, saat ini kata fiksi dianggap negatif karena dibebani kebohongan, sehingga fiksi itu selalu dimaknai sebagai kebohongan.
"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif," ujarnya. Telos sendiri dalam bahasa Yunani berarti ‘akhir’, ‘tujuan’, atau ‘sasaran’, kata Rocky seperti dilansir beritakepo.com dari Detikcom.
Dia memperjelas jika fiksi itu baik, sedangkan yang buruk adalah fiktif. Ia mengambil contoh Mahabharata. Menurutnya, Mahabharata adalah fiksi, tapi itu bukan fiktif. Rocky berargumen, fiksi itu kreatif. Sama seperti orang beragama yang terus kreatif dan ia menunggu telosnya.
"Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan.
Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.
"Kimianya sama, dalam tubuh sama, dan jenis hormon yang diproduksi dalam tubuh sama," ujarnya. Sebenarnya, pernyataan ini sangat disukai pendukung Prabowo karena seolah-olah mendukung Ketum Gerindra melontarkan pernyataan berdasarkan prediksi dari novel fiksi. Mereka mendadak tak mempersoalkan ucapan Rocky soal kitab suci adalah fiksi padahal selama ini mereka sensitif jika seseorang menyinggung agama Islam.
Baca selanjutnya, Tanggapan pendukung Jokowi

Komentar
Posting Komentar